Artikel Terbaru >

Terbaru

Cemilan Unik Dari Negri Jepang

1. Spicy Noodles with Mayonnaise
Bagian yang berwarna putih adalah mayonnaise, dan di bawah mayo adalah sejenis pancake yang dibuat dari jagung.


2. Pancake in a Bag
Banyak pancake yang dijual dalam kemasan plastik. Berikut ini adalah pancake yang sama seperti pancake Amerika lainnya.

...kecuali jika pancake itu berisi kacang merah (red beans) dan whipped cream.


3. Waffle Chocolate
"Waffle chocolate" adalah waffle yang disimpan dalam suhu ruangan dengan dilapisi cokelat pada salah satu sisinya.


4. Whole Crabs
Berikut adalah gambar bungkus dari mini crabs.

Anda akan memakannya seperti kripik kentang. Makanan ini enak, tapi baunya agak amis (fishy).


5. Dried Squid



6. Minnows and Nuts
Isinya ikan kering dan beberapa benda renyah lainnya.


7. Taco Sushi
Sushi dengan isi daging cincang, keju olahan, dan selada, popular di Okinawa.


8. Oden
Oden tergolong murah di Jepang. Oden pada gambar ini berisi jamur daikon, mie konyaku, dan tofu goreng. Oden biasa dimakan dengan mustard pedas.


9. Turtle Shell Sembei
"Crunchy, tasty fried snack — turtle shell sembei". Tenang saja, ini tidak dibuat dari kura2, tapi hanya terbuat dari tepung.



10. Deep Fried Quail (Burung Puyuh) Eggs



11. Rice Balls (Mochi) dengan Saus Caramel


12. Ikan Mentah dan Rice Plate
Makanan ini berupa nasi yang ditutupi dengan telur iris, ikan mentah, cumi-cumi mentah, dan beberapa telur ikan.


sumber

Misteri Samurai Dari Jepang

Samurai (侍 atau 士 ?) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata "samurai" berasal dari kata kerja "samorau" asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi "saburau" yang berarti "melayani", dan akhirnya menjadi "samurai" yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.


http://libweb.uoregon.edu/ec/e-asia/imagesa/samurai.jpg

Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士) (harafiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5c/Satsuma-samurai-during-boshin-war-period.jpg

Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.

 http://news.illinois.edu/WebsandThumbs/Desser,David/seven_samurai01_b.jpg

Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.

Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan dewa perang Hachiman.

 http://www.japaneseswords4samurai.com/images/samurai-sword-Handmade_Bill_Sword_M.jpg

Samurai menggunakan beberapa macam jenis senjata, tetapi katana adalah senjata yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam Bushido diajarkan bahwa katana adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai sangat tergantung pada katana dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa katana sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan untuk katana tidak dikenal sampai massa Kamakura (1185–1333), sebelum masa itu pedang Jepang lebih dikenal sebagai tachi dan uchigatana, Dan katana sendiri bukan menjadi senjata utama sampai massa Edo.

Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali sebagai Genpuku. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi hak untuk mengenal katana walaupun biasanya diikat dengan benang untuk menghindari katana terhunus dengan tidak sengaja. Pasangan katana dan wakizashi dikenali sebagai Daisho, yang berarti besar dan kecil.

http://farm4.static.flickr.com/3187/2645252444_76cfb04600_o.jpg

Senjata samurai yang lain adalah yumi atau busar komposit dan dipakai selama beberapa abad sampai masa masuknyah senapan pada abad ke-16. Busur komposit model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 meter, bahkan bisa lebih dari 200 meter bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara berdiri di belakang Tedate (手盾) yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga digunakan dengan menunggang kuda.

Latihan memanah di belakang kuda menjadi adat istiadat Shinto, Yabusame (流鏑馬). Dalam pertempuran melawan penjajah Mongol, busur komposit menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan Cina pada waktu itu memakai busur komposit dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.



sumber 

Shiro Ishii, Dokter Terkejam dari Jepang yang Memperlakukan Manusia Seperti Mainan

Seorang dokter biasanya menolong pasiennya namun tidak dengan dokter yang satu ini, dia sangat terkenal karena kekejamannya terhadap manusia.

Shiro Ishii adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal Unit 731, sebuah unit perang biologis Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Sino-Jepang. Ia dilahirkan di bekas Desa Shibayama Kabupaten Sanbu di Prefektur Chiba, dan belajar kedokteran di Universitas Kekaisaran Kyoto. Pada 1932, ia memulai eksperimen pendahuluan dalam perang biologis sebagai proyek rahasia militer Jepang. Pada tahun 1936, Unit 731 terbentuk. Ishii membangun sebuah senyawa besar, lebih dari 150 gedung-gedung lebih dari enam kilometer persegi di luar kota Harbin, Cina.

Beberapa dari sekian banyak kekejaman yang dilakukan oleh Ishii dan yang lain di bawah komandonya di Unit 731 meliputi: pembedahan makhluk hidup hidup orang (termasuk wanita hamil yang dihamili oleh dokter), tahanan dengan kaki diamputasi dan dipasang ke bagian lain dari tubuh mereka, sejumlah tawanan dibuat beku anggota tubuhnya dan dicairkan untuk mempelajari hasil gangren yang tidak diobati. Manusia juga digunakan sebagai kasus uji hidup untuk pelempar granat dan nyala api. Tahanan disuntik dengan inokulasi penyakit, dengan disamarkan sebagai program vaksinasi, untuk mempelajari efek mereka. Untuk mempelajari efek penyakit kelamin yang tidak ada obat, tawanan laki-laki dan perempuan sengaja diinfeksi dengan sifilis dan gonore melalui perkosaan, lalu dipelajari. Setelah diberikan kekebalan oleh Otoritas Pendudukan Amerika pada akhir perang, Ishii menghabiskan waktunya dalam penjara untuk kejahatannya dan meninggal pada usia 67 akibat kanker kerongkongan. 



sumber

Mengapa Orang Jepang Tidak Mahir Berbahasa Inggris?

Mungkin kebanyakan orang sudah mengetahui bahwa sebagian besar orang Jepang tidak begitu mahir untuk berbicara dalam berbahasa Inggris, meskipun sebagian besar dari mereka pernah mengecap pendidikan bahasa Inggris selama enam tahun. Enam tahun? Betul! Bisa Anda bayangkan sendiri bahwa setiap siswa SMA di Jepang, jika mereka diberi kosa kata bahasa Inggris, mereka akan dengan mudah melawatinya. Tapi mengapa mereka tidak begitu mahir untuk berbicara dalam bahasa Inggris?

Pada artikel ini akan akan diulas mengenai beberapa alasan mengapa orang Jepang tidak mahir berbahasa Inggris. 

Alasan Akademis Mengapa Orang Jepang Tidak  Mahir Berbahasa Inggris


1. Tidak adanya dukungan yang memadai untuk belajar.

Ini bukanlah mengisyaratkan bahwa metode penerjemahan tata bahasanya yang tidak bekerja, melainkan tidak adanya dukungan yang memadai ke arah tersebut. Di Jepang siswa sekolah hanya mendapatkan pelajaran seminggu sekali dengan waktu kurang dari satu jam, itu pun jika mereka beruntung. Pelajaran yang dimaksud adalah pelajaran mengenai tata bahasa dan kosa kata bahasa Inggris. Siswa-siswa disana sebenarnya punya pemahaman banyak akan kata-kata dan sedikit pengetahuan mengenai tata bahasa bahasa Inggris, namun mereka tidak memiliki contoh bagaimana menggunakan hal-hal tersebut dalam tindakan keseharian mereka. Selain itu juga tidak adanya program membaca, tidak adanya peluang untuk percakapan atau presentasi serta tidak adanya jadwal untuk menyaksikan pertunjukan atau tayangan berbahasa Inggris. Di Jepang, hampir semua film-film asing yang ditayangkan di televisi sudah di alih bahasakan ke bahasa Jepang.

2. Kelas yang sangat terkontrol

Sedemikian ketatnya kontrol yang dilakukan dalam sebuah ruangan kelas, menjadikan sebuah ruangan kelas layaknya sebuah penjara mini bagi para siswa. Mereka menutup segala hal yang berbau asing. Sebuah kondisi untuk menciptakan situasi kelas di mana bila seorang guru berbicara, maka semua siswa harus menyimak dengan tenang. Sebenarnya, situasi yang demikian ini juga berlaku bagi sekolah-sekolah di seluruh dunia, namun lain hal dengan situasi kelas di Jepang, dimana semua siswa-siswa dituntut untuk senantiasa tertib dalam menyimak hanya kepada semua yang diajarkan oleh guru mereka.

3. Tidak adanya kesempatan untuk latihan

Meskipun sekolah-sekolah di Jepang semua siswanya belajar bahasa Inggris, namun mereka sama sekali tidak bisa menerapkan pengetahuan mereka tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk dapat berbicara bahasa asing membutuhkan keterampilan dan latihan yang tekun, bukan hanya informasi. Ada perbedaan besar antara mengetahui apa yang harus dilakukan dan benar-benar mampu melakukannya. Jadi, siswa-siswa sekolah di Jepang tidak memiliki banyak kesempatan untuk melatih kemampuan mereka berbahasa Inggris.

Alasan Budaya Mengapa Orang Jepang tidak bisa Berbahasa Inggris


1. Diam merupakan respon dapat diterima di Jepang

Orang-orang disana diizinkan berlalu begitu saja tanpa perlu berbicara. Bahkan, mereka dianjurkan untuk tidak berbicara. Jepang memupuk sebuah masyarakat yang tertutup rapat. Tak seorang pun menginginkan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya, seperti mengatakan apa yang ada di pikiran Anda. Sejak kecil, mereka ditanamkan untuk tidak terlalu menonjolkan ucapan saja. Bagi mereka lebih baik diam ketimbang berbicara tanpa ada realisasi dari yang dibicarakannya tersebut.

2. Orang Jepang pada umumnya tidak mengerti bahwa bahasa Inggris sebuah pilihan, tapi merupakan sesuatu yang penting

Mayoritas orang-orang di Jepang melihat segala hal hanya dengan huruf, kalimat dan ucapan-ucapan dalam bahasa Jepang saja. Hal ini dikarenakan oleh sebab segala hal yang berbau asing di Jepang telah dialihkan ke bahasa mereka yaitu bahasa Jepang. Sehingga sebagian besar dari mereka lebih menganggap bahasa merekalah yang harus dikuasai, meski mereka sadar bahwa bahasa asing seperti bahasa Inggris merupakan bahasa yang penting.
 

Asal Usul Gunung Fujiyama Di Jepang


Gunung Fuji adalah gunung keabadian atau orang Jepang menyebutnya Fuji san (san berarti gunung, khusus untuk menyebut gunung Fuji) merupakan gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi. Ketinggian gunung Fuji adalah 3.776 M. Gunung ini adalah simbol bagi negara Jepang selain bunga sakura.

Dibalik keindahan panoramanya Fujiyama memiliki legenda cerita yang menarik. Dikisahkan pada jaman dahulu kala hidup sepasang kakek nenek di desa terpencil. Pekerjaan sang kakek adalah sebagai penebang bambu. Pada suatu hari ketika sang kakek akan menebang bambu, ia melihat bambu yang bercahaya seperti emas. Karena penasaran, maka sang kakek memotong bambu tersebut dan ternyata di dalam bambu itu ditemukan anak perempuan yang kira-kira tingginya 9 cm.


Sang kakek kemudian membawa anak perempuan itu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kakek memberi tahu nenek dan mereka akhirnya memberi nama anak itu Kaguya. Setelah merawat Kaguya, setiap kakek pergi ke gunung untuk menebang bambu, di dalam bambu tersebut pasti ditemukan emas. Kehidupan merekapun menjadi makmur berkat Kaguya.

Tak terasa putri Kaguya tumbuh menjadi sosok putri yang sangat cantik sampai kecantikannya itu tersebar ke seluruh pelosok negeri. Banyak orang-orang dari kalangan berada sampai pajabat kerajaan ingin mempersunting putri Kaguya, tetapi entah mengapa putri Kaguya menolak lamaran mereka. Putri Kaguya memikirkan cara untuk menolak lamaran mereka dengan menyuruh membawa barang-barang yang mustahil adanya.

Siapa yang berhasil membawa barang-barang yang diinginkan sang putri, maka dia akan menerima lamaran salah satu dari mereka. Barang-barang tersebut diantaranyaadalah mangkuk suci sang Buddha, kalung yang terbuat dari bola mata naga, kipas bercahaya dan lain-lain. Para lelaki itu datang dengan membawa barang yang diminta, namun semua barang yang dibawa itu palsu karena barang yang diminta putri Kaguya tersebut mustahil ditemukan di bumi ini.

Malam bulan purnamapun akan segera datang. Sambil memandang bulan, putri Kaguya menangis dalam kesedihan. Kakek dan nenek merasa khawatir kenapa putri kesayangannya merasa sedih. Akhirnya pada tanggal 8 Agustus, putri Kaguya menyampaikan perasaannya kapada kakek dan nenek. Ia mengaku bahwa sebenarnya ia berasal dari bulan dan harus kembali ke bulan saat bulan purnama tiba. Putri Kaguya sedih karena harus meninggalkan kakek dan nenek yang dicintainya. Karena tidak mau kehilangan putri Kaguya, maka kakek dan nenek berusaha mempertahankan putri Kaguya saat sang putri dijemput oleh utusan bulan untuk kembali ke bulan. Namun usahanya itu sia-sia. Akhirnya putri Kaguya pergi menuju bulan.


Sebagai kenang-kenangan dan tanda terima kasih, putri Kaguya memberi Fushi no kusuri (Obat hidup kekal) kepada kakek dan nenek yang selama ini merawatnya. Sayangnya, kakek membakar obat itu karena ia merasa meskipun bisa hidup abadi dengan meminum obat itu, tanpa ada Kaguya di sisi mereka apalah artinya. Kakek membakar obat itu di atas puncak gunung tertinggi di Jepang. Gunung tempat sang kakek membakar obat itu kemudian diberi nama Fushi no yama (gunung abadi), dan gunung itu sekarang dikenal dengan nama Fujiyama.

Unik, Rumah Gelandangan di Jepang Pakai Tenaga Surya

Gelandangan di Jepang, walau dengan ekonomis sulit dan menderita, masih bisa kreatif. Apa buktinya?

Tahun 2004 silam terbit sebuah buku Rumah Nol Yen. Sesuai judul, buku ini membahas rumah-rumah yang dibangun dengan biaya seminim mungkin oleh para gelandangan di Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Buku ini ditulis oleh Kyohei Sakaguchi, seorang arsitek Jepang.
 
mnn.com
Bagaimana dan apa yang menggerakkan Sakaguchi menulis buku tersebut? Pada tahun 2000, arsitek Kyohei Sakaguchi berjalan melintasi kampung gelandangan di pinggiran sungai Tokyo, Jepang. Saat mengamati rumah-rumah di daerah kumuh tersebut, Sakaguchi tertarik dengan sebuah rumah yang unik. Ya, rumah tersebut dilengkapi panel tenaga surya.

Setelah menyelidiki, ternyata gelandangan yang tinggal di dalam rumah mini ini pernah bekerja untuk perusahaan kamera. Dia telah mengenal cara kerja elektronika. Dengan membuat panel tenaga surya, maka listrik yang dihasilkan bisa menyalakan TV dan radio sebagai penghibur dalam rumah.

Rumah ini memang kecil. Tapi, dibuat dengan baik oleh orang yang masuk kategori "tunawisma". Interior rumah mini ini dibuat dari kayu. Atapnya dibuat dari kardus. Dia menutupi sisi rumah dengan lapisan vinil biru yang lebar. Barang-barang persediaannya diletakkan di bawah lantai.

Rumah ini tidak terhubung dengan jalan. Dia hanya menaruhnya di jalan.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa rumah ini pernah bisa mengapung di atas air. Rumah ini juga dapat menjadi kapal!" ujar Sakaguchi kepada Neatorama.

Wah, kreatif juga ya gelandangan di Tokyo ini :-)

Pandangan Orang Jepang Mengenai Budaya Orang Indonesia

Prof Nagano, staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive course dalam bidang Asian Agriculturedi IDEC Hiroshima University.

Beliau sering menjadi konsultan pertanian di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Ada beberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia:


1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam.


Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.

2. Budaya Jam Karet

Selain dari beliau, saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab :
Jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati.Sudah sebegitu parahkah disiplin kita?


3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)

Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri tentang orang Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.

4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan


Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para petani, pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari lengkap padahal beliau sudah datang dengan work wear beserta sepatu boot.
Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapang, kenapa? Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.


Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina- bobokan oleh istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong, ada pancasila,agamanya kuat, dan lain-lain.Dan itu hanyalah istilah,
kenyataannya bisa kita lihat sendiri.

Ternyata negarakita hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan.

Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurangan kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.



sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012 Bakapedia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger